Dialog terbuka Calon Ketua BEM Universitas dan Fakultas

www.sinergispress.com - Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Universitas Kuningan (Uniku) telah melaksanakan acara Dialog Terbuka untuk pemilihan Ketua BEM Universitas dan BEM Fakultas di Uniku Corner. Senin, (21/12/2020).

Acara dialog terbuka dijadwalkan pukul sepuluh pagi, tetapi mengalami kemoloran sampai tiga jam lamanya. Hal ini disebabkan kurangnya persiapan dari panitia penyelenggara seperti kendala teknis, keterlambatan tamu undangan,  serta beberapa masalah internal lain.

Dialog  Terbuka ini mengusung tema, “Dari Mahasiswa untuk Mahasiswa Menjadi BEM yang Ingat Kritikan Mahasiswa”. Acara ini juga menjadi ajang bagi calon Ketua BEM Fakultas serta Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakilnya dalam memperkenalkan Visi dan Misi kedepan setelah terpilih.

Dalam acara Dialog Terbuka  ini tidak hanya untuk memperkenalkan Visi dan Misi calon Ketua BEM Fakultas dan Presma saja, tetapi acara ini merupakan acara terbuka untuk Mahasiswa yang ingin lebih tahu apa saja program baru dan program yang sebelumnya belum direalisasikan oleh kepengurusan BEM periode sebelumnya.

Sejalan dengan tema yang dibahas pada dialog terbuka  ini lebih  menyinggung bahwa seharusnya BEM memiliki  keberpihakan  terhadap Mahasiswa dan siap  menampung segala  kritikan dari Mahasiswa. Akan tetapi hal ini sangat disayangkan, bukan hanya masalah teknis dan molornya waktu acara, dialog terbuka  untuk Mahasiswa Uniku ini tidak banyak diketahui oleh Mahasiswa Universitas Kuningan dan waktu acara yang sangat terbatas.

“Dialog terbuka merupakan acara terbuka untuk Mahasiswa Universitas Kuningan, bukan untuk Mahasiswa Uniku yang ada di Kopma saja. Jujur saya pribadi agak menyayangkan kegiatan ini kenapa tidak  bekerja sama dengan Ormawa  dan UKM agar Mahasiswa itu tahu adanya acara Pemilihan Umum Ketua BEM Universitas dan Ketua BEM Fakultas,” ucap Bagus Mubarok sebagai Calon Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan.

Kurangnya sosialisasi terhadap acara Pemilihan Umum Mahasiswa menjadi pokok masalah dalam acara ini. PPUM pun mengaku memang ada kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kurangnya rasa tanggung jawab dari beberapa anggota PPUM untuk menyukseskan keberlangsungan acara kali ini.

“Saya sedikit kecewa dengan beberapa ketegasan  yang dibuat oleh PPUM ataupun Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), pada waktu ada permasalahan pada saat pencalonan ada aturan yang sudah dirancang oleh PPUM dan BLM, tetapi seiringnya waktu kebijakan itu cepat sekali berubah dan diperamsalahkan dan ini menjadi pertanyaannya ada apa dengan PPUM dan siapa yang mengendalikan PPUM ini? ”, ucap Teguh Nendra sebagai Calon Wakil Presma.

Hal ini  ditanggapi pula oleh Nandi Kusmadi selaku ketua PPUM, “Kendala  PPUM  kurangnya sumber daya manusia sih, banyak anggota-anggotanya cuma yang kumpul itu-itu aja, jadi kita juga tadi persiapan hanya  orang itu-itu saja jadi sulit, selain  itu kurangnya pengawasan dari Panwas dan BLM kayak ngelepas banget.”

Dialog Terbuka kali inipun dirasa kurang esensinya karena suara Mahasiswa yang dibatasi, Moderator hanya menyediakan lima slot untuk  Mahasiswa bertanya kepada Calon Presiden Mahasiswa. Ketua PPUM mengatakan bahwa hal ini memang dari keputusan  Moderator untuk menyudahi sesi tanya jawab.

Harapan panitia penyelenggara untuk penyelenggara ditahun berikutnya, semoga bisa lebih mematangkan dan mempersiapkan acara yang akan diselenggarakan, dan harapan untuk Calon Ketua BEM Universitas dan Ketua BEM Fakultas Universitas Kuningan agar menjaga amanah dan membawa Universitas Kuningan Lebih baik lagi setelah resmi menjabat pada periode 2020-2021.

Program terdekat setelah menjabat sebagai Presma dan Wakil Presma Universitas Kuningan Periode 2020-2021 adalah sosialisasi program BEM untuk Mahasiswa, mewadahi perkembangan minat dan bakat Mahasiswa, juga membuka ruang diskusi untuk Mahasiswa agar BEM dapat menampung aspirasi dan suara Mahasiswa untuk Universitas Kuningan.

Harapan dari Calon dan Wakil Presma bahwa kegiatan pesta demokrasi ini bukan hanya sekedar pergantian kepengurusan organisasi BEM  di Universitas Kuningan, tetapi menjadi pembuktian kontribusi Pemuda terbukti nyata dan belajar  meningkatkan rasa demokratis Mahasiswa Universitas Kuningan untuk mempersiapkan terjun dalam Masyarakat.

Acara dialog terbuka ini merupakan acara terakhir sebelum acara Pemilihan Umum Mahasiswa yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2020 di E-class. Teknisnya Mahasiswa memilih Calon Presma dan wakilnya atau bisa memilih kotak kosong dengan dibagi sesi setiap Fakultas.

Untuk Mahasiswa yang ingin mengetahui informasi tentang kandidat Calon Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan ataupun seputar Pemilihan Umun Mahasiswa periode 2020/2021 bisa mengikuti media PPUM di Instagram @ppumuniku2020.

 

Reporter: May

Penulis: Lulu Fitriani Fadillah

Editor: Arfan Muhammad Nugraha