Suasana jalannya acara debat dan dialog terbuka (sumber: redaktur)

 

www.sinergispress.com - Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) telah mengadakan acara debat dan dialog terbuka untuk calon ketua dan calon wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan dan BEM Fakultas tahun 2022. Acara debat dan dialog terbuka dilaksanakan pada Selasa (28/12/2021) dan bertempat di Uniku Corner.

Pada acara debat dan dialog terbuka kali ini mengusung tema, “Satukan Aspirasi untuk Mewujudkan Mahasiswa Bersinergi”. Dengan dua pasangan calon ketua dan wakilnya, pasangan calon nomor satu yaitu Jevi Hidayat dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai ketua dan M. Arrad F. Syah Alam dari Fakultas Kehutanan sebagai wakil. Sedangkan untuk pasangan calon nomor dua yaitu, Furqon Yohana Alfiansyah dari Fakultas Ilmu Hukum sebagai ketua dan Zahratul Farikha dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selain program rutin tiap tahunnya acara debat dan dialog terbuka ini merupakan ajang calon ketua dan wakil ketua BEM untuk memperkenalkan diri beserta mengakampanyekan visi serta misi kedepan setelah terpilih, kepada mahasiswa Universitas Kuningan. PPUM melakukan sosialisasi lewat penyebaran undangan ke setiap organisasi mahasiswa, penyampaian pesan dari setiap koordinator ke setiap kelas dan juga membuat sebaran pamflet di media sosial. Akan tetapi sangat disayangkan tidak semua mahasiswa ikut menyaksikan debat dan dialog terbuka ini.

“Sebenernya itu diluar dugaan kita, kita udah berusaha untuk menyebarkan dan menyampaikan surat undangan, mungkin alasannya karena perkuliahan ga sepenuhnya offline, mungkin mahasiswa kurang antusias ke kampus kalo gak ada kegiatan” ucap Yoana Fauzan selaku ketua PPUM tahun 2021.

Tetapi hal itu tidak menjadi masalah, pasangan calon nomor urut satu mengatakan bahwa acara debat dan dialog terbuka kali ini lebih ramai dibandingkan dengan acara tahun lalu, tetapi sangat disayangkan bahwa waktu kampanye sangat terbatas untuk kedua pasangan calon. PPUM sendiri mengaku memang terbatas untuk kampanye dan sosialisai dikarenakan keterlambatan administrasi dalam pendaftaran calon ketua dan wakil BEM.

“PPUM hanya memberikan waktu dua hari untuk kampanye, harapan nya sih kedepannya PPUM dapat menambah waktu kampanye agar pesta demokrasi ini lebih seru, apalagi mahasiswa pun bisa menilai gimanakah yang baik dan buruk kedepannya. Kalo terbatasnya waktu mahasiswa pun bingung akan memilih yang mana,” ujar calon Presma nomor urut satu.

Berbeda dengan pasangan calon nomor urut dua. Pasangan calon nomor urut dua mengaku bahwa acara debat dan dialog terbuka ini dirasa kurang kondusif. “Tadi masalah kondusifitas, terjadi sedikit kericuhan disana karena tempat yang terbuka sehingga sedikit mengganggu dalam penyampaian visi dan misi yang telah disediakan,” ucap calon presma nomor urut dua. Permasalahan lainya adalah tempat yang kurang kondusif, selain menganggu kondusifitas Uniku Corner juga kurang dalam ketersedian tempat bagi para audien. PPUM mengaku hal ini terjadi karena penuhnya jadwal untuk peminjaman Gedung Student Centre.

Tetapi dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa mengaku bahwa banyak mahasiswa yang antusias menyimak dan mengikuti acara walaupun ada beberapa kendala yang terjadi saat acara.

“Untuk dialog terbuka dan debat  untuk pesta demokrasi untuk sekelas Universitas kayak gini menurut saya kurang kondusif dan banyak aspirasi mahasiswa yang masih belum tersampaikan, diharapkan untuk kedepannya untuk pesta demokrasi  di Universitas lebih heboh lagi dan dapat mengkondisikan acara dari awal sampai akhir. Kebanyakan yang dibahas itu isu-isu diluar padahal seharusnya kita merombak dulu masalah didalam,” komentar Rio Romansyah sebagai mahasiswa yang ikut menyaksikan acara debat dan dialog terbuka.

Acara debat dan dialog terbuka ini merupakan acara terakhir sebelum acara Pemilihan Umum Mahasiswa yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2021 di hybrid Universitas Kuningan.

 

Penulis: Lulu Fitriani Fadilah.

Reporter: Roffidin, Elsa, Sella, Hilda, Maryam, Alip.

Editor: Luqyana Pajri Alamsyah.