Pamflet Kegiatan Gebyar Ekonomi 2021.

 

www.sinergispress.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Kuningan mengadakan Gebyar Ekonomi 2021 dengan mengusung tema Digital Entrepreneurship. Acara tersebut dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 19-20 Desember 2021, bertempat di Gedung Student Centre Universitas Kuningan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Universitas Kuningan dan masyarakat umum yang dilaksanakan secara hybrid, peserta online mengikuti acara melalui Zoom Meeting dan streaming Youtube.

“Acara ini dilaksanakan untuk menyadarkan kita akan pentingnya digitalisasi produk dan digitalisasi usaha di era yang serba digital” ucap Idan Syahidan selaku Ketua BEM FE. “Gebyar Ekonomi ini juga mendukung Fakultas Ekonomi yang akan membuka program studi baru, yaitu Digital Bisnis” tambah Dwi Ajeng selaku Ketua Pelaksana.

Dalam acara Gebyar Ekonomi ini terbagi menjadi beberapa macam kegiatan seperti bazar kewirausahaan dan ketenagakerjaan, live music dan juga workshop & talkshow. Kegiatan bazar diisi oleh Agradesa, Patriot Desa dan Localate. Kegiatan live music diisi oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi serta Opik (Music King).

Workshop & talkshow  yang mengusung tema Pentingnya Kemampuan Digital Marketing Perkembangan Serba Digital mengundang 3 narasumber, yaitu Zulkarnaen, S.Sn yang mengisi materi terkait Branding & Design, Andre Kurniawan yang memaparkan materi terkait Digital Entrepreneurship dan Riyan Rudyana, SP memaparkan materi terkait Product Development.

Alasan workshop & talkshow mengusung tema “Pentingnya Kemampuan Digital Marketing Perkembangan Serba Digital” untuk mengembangkan dan memaksimalkan kewirausahaan di era industri 4.0 “Di era kebiasaan teknologi yang sudah menjadi bagian keseharian, sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini kewirausahaan dapat dimaksimalkan” ucap Dwi Ajeng.

Salah satu peserta workshop & talkshow, Egidia M mengatakan bahwa acara ini menambah ilmu dan wawasan baru dalam berbisnis di era digitalisasi, dan ia juga menyarankan agar diskusi materi dilakukan lebih mendalam. Ia juga berharap agar acara seperti ini dilaksanakan lebih banyak khususnya untuk mahasiswa baru.

Namun tak bisa dipungkiri acara Gebyar Ekonomi ini mengalami kendala di waktu pelaksanaan, Effie A dan Ahmad N sebagai peserta yang mengikuti acara ini menyampaikan adanya kekurangan dalam acara ini yaitu ketepatan waktu yang kurang.

Pelaksanaan Gebyar Ekonomi juga memungut biaya dalam pemesanan sertifikatnya, harga pemesanan sertifikat ini dibedakan antara peserta yang mengikuti acara secara online dan offline, untuk peserta online sendiri dikenakan biaya Rp15.000 dan peserta offline dikenakan biaya Rp10.000.

Acara Gebyar Ekonomi ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan tetap mengikuti peraturan pemerintah guna mencegah penularan virus covid-19, seperti menjaga jarak dan menghimbau para peserta dan tamu undangan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Para peserta yang mengikuti acara workshop & talkshow secara offline juga dibatasi hanya 100 orang saja. Namun terdapat beberapa kendala sebelum melaksanakan kegiatan ini, yaitu sulitnya memperoleh perizinan dari lembaga dan informasi kebijakan pemerintah terkait covid-19 yang terus berubah.

“Semoga program ini untuk tahun kedepan bisa lebih meriah dan berkembang lagi, karena acara ini dapat menjadi wadah teman-teman mahasiswa dalam pengembangan kewirausahaannya dan semoga pandemi cepat selesai sehingga suasana gebyar nya lebih terasa dan rangkaian acaranya lebih banyak lagi” ucap Dwi Ajeng.

 

Penulis: Alya Wijayani

Reporter: Dila, Dinda, Elsa, Fadhil, Hilda, Nisrina, Siti, Yolanda    

Editor: Luqyana Pajri Alamsyah