(Dokumentasi aksi
mahasiswa Kuningan, Jawa Barat)
www.sinergispress.com – Senin (11/4/2022) Aliansi
Mahasiswa Kuningan mengadakan aksi di depan Gedung DPRD Kuningan, Jawa Barat.
Dengan mengusung tema “Seruan Aksi : Aliansi Mahasiswa Kuningan Bersama Rakyat”
dilatarbelakangi dari keresahaan
masyarakat oleh adanya isu perpanjangan 3 periode presiden Jokowi, penundaan pemilu 2024, kenaikan BBM dan minyak.
Menurut Presma (Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan), jumlah massa diperkirakan ada 1500 orang dan hal tersebut diluar
dugaan karena aksi ini tidak hanya melibatkan kalangan mahasiswa. Namun kalangan buruh, tani, dan
masyarakat umum.
Mengenai keberlangsungan
aksi, demonstran tidak begitu lantang mengutarakan tuntutannya, banyak diantaranya
yang hanya mendengarkan dan menyetujui yang diaba-abakan Korlap (Koordinator
Lapangan), hal tersebut didasari dari ketidakpahaman demonstran terhadap isu
yang diangkat, hal ini dibuktikan oleh
banyaknya massa yang hanya mengikuti aksi tanpa meghadiri konsolidasi yang
dilaksanakan diwaktu sebelum-sebelumnya.
Bukan hanya itu, saat aksi berlangsung keheningan terjadi berulang
kali. Korlap mengambil banyak waktu untuk berdiskusi dengan DPRD dan beberapa
kali memberikan saran untuk menyudahi aksi dengan melakukan penandatanganan
surat diterimanya tuntutan di tempat berlangsungnya aksi, sesuai dengan usulan
dari DPRD. Namun, berulangkali demonstran menolak dan setelah adanya negosiasi antara demonstran dan DPRD, demonstran
yang memakai almamater universitas lah yang
diperbolehkan masuk ke lingkungan sekitar Gedung dan perwakilan 10 mahasiswa dari
setiap universitas yang diperkenankan masuk ke gedung DPRD
untuk memastikan tuntunan dari aksi ini disampaikan langsung kepada pusat.
Adapun 10 tuntutan yang digugat oleh mahasiswa
yaitu sebagai berikut :
1.
Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menolak wacana
isu penundaan Pemilu 2024 karena dapat mencederai hak rakyat dalam memilih
pemimpinnya setiap 5 (lima) tahun sekali dan meminta Presiden Joko Widodo untuk
secara tegas menolak wacana penundaan Pemilu serta konsekuen terhadap jadwal
Pemilu yang telah ditetapkan oleh KPU berdasarkan konsultasi dengan Pemerintah
dan DPR.
2.
Mendesak partai politik yang menyetujui penundaan Pemilu
2024 untuk segera mencabut pernyataannya karena akan mengacaukan tatanan
demokrasi dan hukum serta memberikan pendidikan politik yang buruk bagi
masyarakat.
3.
Mendorong semua partai politik tetap konsisten untuk
menjalankan amanat konstitusi yakni Pemilu, dilakukan lima tahun sekali secara
Luber dan Jurdil.
4.
Mendesak seluruh partai politik untuk konsisten pada keputusan
KPU No.21 Tahun 2022 yang telah disahkan bersama Komisi II DPR-RI, Pemerintah
dan Penyelenggara Pemilu.
5.
Mengingatkan partai politik lain agar tetap berpegang
teguh pada hukum pemilu dan tidak mengikuti langkah partai politik yang setuju
untuk menunda Pemilu 2024.
6.
Mendesak Joko Widodo mengeluarkan pernyataan resmi baik
lisan/tulisan, tidak akan memperpanjang jabatan hingga 3 periode dengan selambat-lambatnya
dikeluarkan per 31 April 2022.
7.
Mendesak MPR RI tidak melakukan pengubahan/amandemen dan
tidak menyetujui penundaan Pemilu.
8.
Mendesak sekaligus menuntut Jokowi Widodo untuk
menstabilkan dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat, serta
menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya sekaligus mengusut tuntas
para mitra minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
9.
Mendesak sekaligus menuntut Joko Widodo untuk menurunkan
harga BBM ke harga semula dan menjaga ketersediaan
BBM di masyarakat.
10.
Mendesak menteri-menteri yang menyatakan dukungannya
terhadap penundaan pemilu 2024 dan wacana perpanjangan Joko Widodo 3 periode
untuk mencabut pernyataannya secara tegas pada masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, S.E. menanggapi aksi tersebut
dengan mengapresiasi aspirasi mahasiswa dan menurut beliau isu tersebut sesuai
dengan keresahan DPRD juga. “Kalau itu (isu yang diangkat) sama satu pemahaman,
satu pemikiran, satu hati dengan yang ingin kita perjuangkan. Kita tidak ada
sama sekali ingin opsi perpanjangan,” ungkap Nuzul Rachdy selaku Ketua DPRD Kabupaten
Kuningan.
Selain itu, DPRD Kabupaten Kuningan sepakat untuk menyampaikan tuntutan
dari aliansi mahasiswa dan perwakilan masyarakat kabupaten kuningan untuk
disampaikan kepada DPR RI melalui surat pengantar yang dicap dan ditandatangani
DPRD Kabupaten Kuningan, Sepakat untuk
Tolak Perpanjangan Periode Jokowi, Tolak Penundaan Pemilu 2024, Tolak Kenaikan
BBM dan Minyak, dan Stabilkan Kebutuhan Pangan Masyarakat Indonesia.
Reporter: Aldi, Alip, Dila, Elsa, Fera, Maryam.
Penulis: Fera dan Elsa
Editor: Hana Salsa Julia Putri
0 Komentar