Cover Film House of
Secret: The Burari Deaths (Sumber: https://mpotimes.id/)
Tanggal rilis : 8 Oktober 2021
Jumlah episode : 3
Genre : Dokumentasi
kejahatan
Produser
eksekutif : Aseem Bajaj; James
Haygood
Pemeran : Manoj Kumar
www.sinergispress.com
- Sebuah tragedi yang menggemparkan di India pada 2018, kasus yang sangat
misterius ini diduga sebagai kasus bunuh diri massal yang dilakukan oleh satu keluarga.
Kematian tragis 11 orang anggota keluarga, 10 orang diantaranya ditemukan
tergantung dengan kain sari berwarna-warni dalam keadaan mata dan mulut
ditutup, dan tangan serta kakinya terikat. Lalu, 1 orang ditemukan di kamar
dalam keadaan telungkup di sisi ranjang. Hal ini yang mendasari House of
Secrets: The Burari Deaths dibuat dan dirilis pada 2021 di Netflix.
Dalam
serial House of Secrets: The Burari Deaths menceritakan bagaimana kasus
menggemparkan di India ini dapat diselesaikan. Banyak sekali respons berbeda
dan banyak pihak yang mengambil
keuntungan dari kasus ini. Salah satunya media pers di sana, para reporter
memberitakan kasus ini dengan cara sensasional, demi memenuhi rasa haus
penonton dan keuntungan mereka. Berita yang muncul menggiring banyak opini,
mereka mengatakan ini pembunuhan, praktik okultisme (praktik ramalan, sihir, takhayul.)
dan lainnya.
Keluarga
Chundawat (Satu keluarga yang diduga bunuh diri) ini dikenal sebagai keluarga
yang hidupnya normal, hangat dan ramah. Bahkan salah satu diantaranya, tidak
lama sebelum kasus kematian ini terjadi, telah menggelar pertunangan. Beberapa
diantara anggota keluarga tersebut ada yang bersekolah di perguruan tinggi dan
umurnya pun terhitung masih muda. Menurut reporter kejahatan; hingga penegak
hukum, mengatakan bahwa “Namanya keluarga, pasti punya rahasia, termasuk
keluarga Chundawat yang terdiri dari 11 orang ini. Namun hebatnya, rahasia
tersebut bisa benar-benar dijaga oleh seluruh anggota keluarga, tidak
terkecuali anggota yang paling muda. Sehingga tentu banyak orang yang
terheran-heran, usia semuda itu masa bisa, sih, diam dan memendam sebuah
rencana “gila” (bunuh diri).”
Setelah
menonton serialnya, kasus ini disimpulkan sebagai kasus bunuh diri saja,
sedangkan menurut saya ini lebih dari kasus bunuh diri, bahkan sulit
diklasifikasikan, apakah kasus ini benar-benar kasus bunuh diri, pembunuhan
atau kecelakaan?
Lalit
(salah satu anggota keluarga Chundawat) menjadi kepala keluarga setelah
kematian ayahnya yaitu Bhopal Singh, suami dari Narayani Devi yang patriarki
dan berpengaruh. Dengan jelas budaya patriariki tertanam dengan sangat kuat di keluarga
chundawat. Bukan hanya itu, Lalit juga mengalami trauma dan gangguan mental
yang ia dapat dari kejadian kecelakaan dan aksi percobaan pembunuhan terhadap
dirinya. Hal inilah akar dari kenapa keluarga Chundawat dengan suka rela mati
dengan cara seperti itu.
Ketidaktahuan
mengenai kesehatan mental, membuat keluarga chundawat mempercayai hal yang
tidak masuk akal. Beberapa anggota keluarga yang juga berpendidikan, tetapi
mengapa tidak ada satupun diantara anggota keluarga yang berpikiran hal
tersebut adalah delusi, dengan dilatarbelakangi Lalit memiliki trauma masa
lalu.
Lalu,
bagaimana dengan budaya patriarki yang membentuk pikiran semua orang, tidak
hanya perempuan namun juga laki-laki meyakini bahwa laki-laki atau ayah adalah
kepala keluarga yang harus dipatuhi dengan segala hormat, tanpa ada rasa saling
menghormati antara seksama anggota keluarga seperti selayaknya manusia. Dalam
serial ini menceritakan di keluarga Chundawat tidak adanya kesetaraan gender,
hal ini digambarkan melalui menantu keluarga yang harus bertugas menjadi ibu
rumah tangga dan mengurus dapur.
Kesehatan
mental dengan lantang dibicarakan dalam serial documenter ini, sebab mereka dengan
kegilaannya tetap patuh pada arahan dari Lalit (sebagai kepala keluarga),
karena mereka percaya ayahnya tetap memimpin mereka, dengan cara “merasuki”
Lalit. Bahkan, sebelum kematian satu keluarga ini terjadi, sesuai dengan arahan
Lalit, seluruh anggota keluarga melakukan ritual ‘Badh Tapasya’ (penyembahan
pohon beringin) dan inilah yang diduga sebagai motif dari kematian tragis satu
keluarga Chundawat.
Sampai
saat ini, tidak diketahui bagaimana dan kenapa ritual ‘Badh Tapasya’ itu
dilakukan. Jika berpikiran sempit, bagi saya itu hanya delusi yang terencana
dan berakibat fatal, yang tidak tahu motifnya seperti apa. Namun, setelah
menyelesaikan 3 episode baru saya bisa paham mengapa hal itu terjadi.
Kematian
ini terjadi bukan hanya sekedar kasus bunuh diri, kasus ini terjadi karena
budaya patriarki yang langgeng tertanam dalam keluarga Chundawat. Sehingga membuat
anggotanya tidak bisa merasakan bahwa hidup mereka sedang terancam, hanya
karena keyakinan mereka terhadap kepatuhan. Agama dan ritual dengan gilanya
menjadi kedok pembunuhan massal, menjadi pertarungan hebat antara iman dan
kematian. Ketidaksadaran semua anggota keluarga bahwa perintah dan arahan Lalit
hanya delusi dari gangguan mentalnya.
Hal
yang bisa saya bagikan setelah menonton serial dokumenter ini yaitu gangguan
mental yang lantang dibicarakan, menyadarkan bahwa hal itu bukan sesuatu yang
patut disembunyikan, dibantah, maupun diacuhkan. Kasus keluarga Chundawat juga
menyinggung, bagaimana budaya patriarki mempengaruhi pola berfikir mereka, dan
pemahaman mengenai agama atapun kepercayaan bukanlah alasan gila untuk
mengakhiri hidup seseorang.
Penulis:
Elsa
Editor:
Luqyana Pazri Alamsyah
0 Komentar