(Sumber:
Sarita Rungsakorn - rawpixel.com)
www.sinergispress.com - Menjadi ibu rumah
tangga adalah mimpi yang jarang dimiliki oleh perempuan. Stigma masyarakat yang
mengatakan ibu rumah tangga hanya mengurus rumah dan anak, terlihat monoton dan
biasa saja. Tanggung jawab ibu rumah tangga pun sering disepelekan. Tak jarang
ibu rumah tangga bertemu dengan pasangan yang tidak atau belum mengerti
pekerjaan beratnya.
Padahal ibu rumah tangga punya peran penting
dalam pertumbuhan dan sehatnya hubungan rumah tangga. Bukan hanya perihal rapi
dan apiknya ia merawat rumah, tetapi ibu rumah tangga harus dapat mengerjakan
banyak hal dengan waktu yang sempit. Termasuk
masalah keuangan yang menjepit.
Kalau diibaratkan, ibu rumah tangga bagaikan
seorang pemain sirkus yang memainkan banyak bola ditangan sembari mengendarai
sepeda satu roda. Belum lagi jika sudah memiliki anak, pekerjaan ibu rumah tangga
pun menjadi lebih rumit.
Masyarakat masih banyak membandingkan peran
ibu rumah tangga dengan wanita karir. Padahal pada praktiknya peran mereka
berbeda. Besar kecil peran keduanya pun tidaklah dapat dibandingkan. Jika
wanita karir fokus pada pekerjaan kantornya, ibu rumah tangga fokus pada
pekerjaan rumahnya. Kalau wanita karir sibuk meniti karirnya, ibu rumah tangga
sibuk menata rumah dan keluarganya.
Pendidikan ibu rumah tangga pun menjadi
perbincangan yang tak kalah ramai. Pekerjaan rumah yang 'sepele' seringkali
dikaitkan dengan tingkat pendidikan seorang ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga
dianggap tidak perlu memiliki pendidikan tinggi lantaran pekerjaannya hanya
seputar membersihkan rumah dan merawat anak.
Padahal pendidikan merupakan hal yang penting
bagi siapapun, tanpa terkecuali termasuk seorang ibu rumah tangga. Ibu sebagai
madrasah pertama bagi anaknya. Dengan begitu, pendidikan akan memengaruhi pola
asuh dari ibu itu sendiri. Yang nantinya akan berdampak pada perkembangan
emosional dan intelektual sang anak.
Maka, peran ibu rumah tangga patut diberi apresiasi selayaknya pekerjaan yang lain; Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia.
Penulis: Alya Wijayani
Editor: Mulyati Gustina

0 Komentar