(Sumber ilustrasi: Drakor Class)


www.sinergispress.com - Pergaulan zaman sekarang sangat luas, tidak hanya dengan teman sekelas, teman sebaya atau  teman dekat rumah saja. Harta menjadi poin yang selalu dikaitkan untuk berteman, si kaya akan berteman dengan si kaya lainnya. Begitupun dengan good looking  merupakan objek pertama yang akan menjadi faktor paling terlihat saat ingin berteman dengan  seseorang. 

Apasih arti sebenarnya good looking itu? Good looking kini merupakan panggilan untuk  seseorang yang memiliki penampilan dan wajah yang baik, menarik, cantik dan tampan.  Terkadang perhatian akan diberikan lebih kepada seseorang yang good looking, mereka akan  lebih banyak diajak berteman, diajak untuk mengobrol atau hanya sekedar basa-basi oleh  sekitar.  

Sedangakan apasih hubungannya dengan harta? Bagi saya banyak orang-orang sekitar  menganggap bahwa harta merupakan tolak ukur status sosial yang tinggi. Sehingga banyak  yang berpandangan harta itu segalanya, bahkan ada yang berteman hanya untuk ajang  memamerkan harta yang mereka punya. Saling berlomba-lomba siapa yang memiliki harta  banyak maka dia yang berkuasa. 

Sorotan utama disini menjelaskan saat seseorang dianggap good looking dia akan menjadi  objek perhatian setiap mata, sehingga memudahkannya untuk dikenal luas, diajak berbicara  dahulu dan banyak yang mengajaknya berteman akrab. Sedangkan tidak adil bagi mereka yang  dianggap biasa saja, tidak sama istimewanya. Dari banyaknya pandangan seperti itu bisa  menimbulkan rasa tidak percaya diri atau tidak bisa menerima dirinya sendiri. 

Hingga akhirnya seseorang akan merubah penampilan, sikap, perkataan yang tidak  mencerminkan dirinya sendiri. Karena ingin mejadi good looking mereka rela merubah  diri sendiri agar perhatian menuju padanya. Belum tentu seseorang yang terlihat baik, cantik  dan sopan diluar akan menghormati perbedaan, akan menjaga ucapannya serta perilakunya.  Sebaliknya yang terlihat diluar biasa saja, mungkin mereka lebih baik, walaupun mereka tidak  dipandang good looking.  

Benar adanya kalimat “don’t judge a book by it’s cover.” bermakna jika menilai sesuatu  jangan hanya dari luarnya saja. Memang good looking dan harta saat ini menjadi hal umum  bagi para pemuda untuk berteman, karena untuk memenuhi ego dan gengsi yang tinggi, yang  dipikirkan hanya “yang penting punya circle bagus.” Terlihat mewah pada pertemanan  memang boleh, tetapi jika good looking dan harta hanya untuk ajang pamer dan untuk  merendahkan itu sangat tidak baik dalam berteman. 

Tetapi bagi saya jika berteman hanya berdasarkan rupa dan materi tidak akan merasakan  sosok teman yang bisa bersenda gurau dengan enjoy. Memiliki teman juga tidak harus  banyak, cukup dengan memiliki satu atau dua teman. 

Bagi saya bergaul atau berteman tidak perlu menentukan spesifikasi seperti apa rupa teman  kita dan seberapa banyak harta yang dimilikinya. Adakalanya jika lingkup pertemanan selalu  dihubungkan dengan harta dan good looking akan menimbulkan rasa iri dan persaingan satu  sama lain. 

Saya pernah mendengar seseorang berucap begini, “ayolah kita main, aku punya uang banyak, tapi gaada teman untuk diajak main.”

Setelah mendengar kalimat tersebut, ternyata harta masih menjadi salah satu daya tarik untuk  berteman. Tanpa disadarinya terkadang harta dan good looking dapat menjerumuskan  seseorang biasa agar bisa setara dengan teman-teman kaya.  

Bukankah lebih baik jika faktor utama untuk berteman itu rasa saling menghormati,  menghargai privasi masing-masing, rasa nyaman saat saling bertukar cerita serta tidak saling  menjatuhkan.  

Penulis : Fitri Rahmawati

Editor: Lulu Fitriani Fadillah