Apasih arti sebenarnya good looking itu? Good looking kini merupakan panggilan untuk seseorang yang memiliki penampilan dan wajah yang baik, menarik, cantik dan tampan. Terkadang perhatian akan diberikan lebih kepada seseorang yang good looking, mereka akan lebih banyak diajak berteman, diajak untuk mengobrol atau hanya sekedar basa-basi oleh sekitar.
Sedangakan apasih hubungannya dengan harta? Bagi saya banyak orang-orang sekitar menganggap bahwa harta merupakan tolak ukur status sosial yang tinggi. Sehingga banyak yang berpandangan harta itu segalanya, bahkan ada yang berteman hanya untuk ajang memamerkan harta yang mereka punya. Saling berlomba-lomba siapa yang memiliki harta banyak maka dia yang berkuasa.
Sorotan utama disini menjelaskan saat seseorang dianggap good looking dia akan menjadi objek perhatian setiap mata, sehingga memudahkannya untuk dikenal luas, diajak berbicara dahulu dan banyak yang mengajaknya berteman akrab. Sedangkan tidak adil bagi mereka yang dianggap biasa saja, tidak sama istimewanya. Dari banyaknya pandangan seperti itu bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri atau tidak bisa menerima dirinya sendiri.
Hingga akhirnya seseorang akan merubah penampilan, sikap, perkataan yang tidak mencerminkan dirinya sendiri. Karena ingin mejadi good looking mereka rela merubah diri sendiri agar perhatian menuju padanya. Belum tentu seseorang yang terlihat baik, cantik dan sopan diluar akan menghormati perbedaan, akan menjaga ucapannya serta perilakunya. Sebaliknya yang terlihat diluar biasa saja, mungkin mereka lebih baik, walaupun mereka tidak dipandang good looking.
Benar adanya kalimat “don’t judge a book by it’s cover.” bermakna jika menilai sesuatu jangan hanya dari luarnya saja. Memang good looking dan harta saat ini menjadi hal umum bagi para pemuda untuk berteman, karena untuk memenuhi ego dan gengsi yang tinggi, yang dipikirkan hanya “yang penting punya circle bagus.” Terlihat mewah pada pertemanan memang boleh, tetapi jika good looking dan harta hanya untuk ajang pamer dan untuk merendahkan itu sangat tidak baik dalam berteman.
Tetapi bagi saya jika berteman hanya berdasarkan rupa dan materi tidak akan merasakan sosok teman yang bisa bersenda gurau dengan enjoy. Memiliki teman juga tidak harus banyak, cukup dengan memiliki satu atau dua teman.
Bagi saya bergaul atau berteman tidak perlu menentukan spesifikasi seperti apa rupa teman kita dan seberapa banyak harta yang dimilikinya. Adakalanya jika lingkup pertemanan selalu dihubungkan dengan harta dan good looking akan menimbulkan rasa iri dan persaingan satu sama lain.
Saya pernah mendengar seseorang berucap begini, “ayolah kita main, aku punya uang banyak, tapi gaada teman untuk diajak main.”
Setelah mendengar kalimat tersebut, ternyata harta masih menjadi salah satu daya tarik untuk berteman. Tanpa disadarinya terkadang harta dan good looking dapat menjerumuskan seseorang biasa agar bisa setara dengan teman-teman kaya.
Bukankah lebih baik jika faktor utama untuk berteman itu rasa saling menghormati, menghargai privasi masing-masing, rasa nyaman saat saling bertukar cerita serta tidak saling menjatuhkan.
Penulis : Fitri Rahmawati
Editor: Lulu Fitriani Fadillah

0 Komentar