(Sumber: Brett Jordan - unsplash)
www.sinergispress.com - Menjalani kehidupan bagaikan berjelajah di dunia yang tidak diketahui, dengan begitu kita banyak bermimpi untuk melakukan banyak hal; hal yang belum kita ketahui. Namun, banyak mimpi yang harus selesai sebelum dimulai. Lantaran banyak yang merasa bahwa banyak mimpi yang mustahil untuk dilakukan bahkan diwujudkan.
Rasa takut untuk memulai suatu hal yang baru adalah hal yang wajar. Cemas akan masa depan yang belum tentu, cemas bahwa mimpi ini terlalu jauh untuk diraih. Rasa cemas untuk memulai hal baru bukanlah suatu hal yang buruk. Justru dengan merasa cemas, maka kita dapat membuat perencanaan
yang lebih matang dan lebih banyak persiapan.
Tapi, kecemasan yang berlebihan bukanlah sebuah kewajaran. Karena kecemasan yang berlebihan tersebut akan menimbulkan keraguan dalam mengambil keputusan, yang tak jarang malah membunuh impian. Salah satunya adalah cemas akan kegagalan. Ditambah pandangan buruk masyarakat bagi orang gagal, menjadikan kita takut untuk mengambil langkah pertama.
Sedangkan hidup adalah proses belajar, belajar bagaimana caranya hidup dengan baik, belajar caranya melakukan sesuatu dengan lebih baik. Dengan begitu wajar jika kita melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Maka lebih banyak mencoba lebih baik, dibandingkan dengan terus menerus menganggap bahwa kehidupan perlu jalan yang sempurna. Dengan banyak mencoba juga dapat
menjadi pengukur kemampuan kita dalam melakukan suatu hal.
Masih banyak yang beranggapan bahwa kegagalan merupakan suatu hal yang negatif, suatu hal yang perlu dihindari. Padahal dalam hidup kita semua pernah mengalami kegagalan, justru kegagalan yang terkadang mengajarkan kita bagaimana caranya menjalani hidup dengan lebih baik. Pun dengan banyak mencoba, memperbesar kemungkinan untuk menemukan bakat dan minat kita. Dengan begitu, orang-orang akan dapat hidup sesuai dengan minat juga akan lebih menikmati hidup yang sesak ini.
Berani mencoba banyak hal adalah sebuah keuntungan as known as
privilege. Keberanian untuk mencoba banyak hal tidak bisa didapatkan oleh semua orang. Ini salah satu dampak dari kemiskinan yang terjadi di sekitar kita. Kemiskinan bukan hanya mempengaruhi kehidupan orang dalam hal ekonomi, namun dalam hal keberanian pun ikut terpengaruh. Banyak anak-anak yang terlahir dalam keluarga kurang mampu tidak mempunyai kesempatan untuk menjelajahi kemampuannya, akibatnya anak tersebut tidak dapat mengenali apa kemampuannya dan berpikir bahwa ia adalah anak yang bodoh jika dibandingkan dengan teman-temannya.
Pun dalam hal mencoba suatu hal, orang yang terlahir dalam keluarga kurang mampu mengalami kecemasan akan kegagalan yang akan menimpanya. Lantaran ketika mulai berusaha, modal yang digunakannya merupakan uang yang susah payah didapat dan jika ia kehilangannya mungkin keluarganya akan mengalami kelaparan. Jadi amat sangat wajar bila orang yang tidak mempunyai
dukungan ekonomi yang baik akan berpikir berkali-kali atau bahkan menyerah untuk meraih mimpinya.
Kegagalan memang bukan suatu hal yang menyenangkan, meskipun begitu kegagalan dapat memberikan kita banyak pelajaran. Hidup di dunia yang tidak sempurna ini, seharusnya mengajarkan kita bahwa tidak apa-apa mengalami kegagalan. Bahkan dalam hal menulis pun, kita baru akan bisa
memperbaiki tulisan kita ketika sudah menulis, bukan memperbaiki tulisan yang belum ada.
"Kamu gabisa merevisi halaman kosong."
Beranikan diri untuk mencoba banyak hal yang baru, dengan begitu kamu akan terbiasa dengan rasanya gagal dan selangkah lebih dekat untuk mengenal dirimu bahkan lebih dekat dengan mimpimu. Karena terkadang, mimpi hanya perlu keberanian untuk mengambil langkah pertama!
Penulis: Alya Wijayani
Editor: Lulu Fitriani Fadillah
0 Komentar