(Sumber ilustrasi: istockphoto.com)

www.sinergispress.com - Teknologi di era modern saat ini berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi mengakibatkan setiap manusia tidak hanya bisa berinteraksi secara  langsung, tetapi juga bisa berinteraksi secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan teknologi berupa media sosial. Media sosial merupakan sebuah media yang memfasilitasi seseorang dalam melakukan aktivitas sosial secara online, yang memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dengan mudah tanpa dibatasi ruang dan waktu. Selain itu, media sosial juga dapat menjadi tempat untuk membagikan konten, baik itu berupa foto, video, maupun tulisan.

Saat ini, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Media sosial dapat digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang yang sudah lanjut usia. Orang yang paling banyak menggunakan media sosial yaitu kalangan remaja. Alasan awal mereka menggunakan media sosial adalah sebagai tempat untuk berkomunikasi, mencari informasi, menambah pengetahuan dan membagikan konten keseharian.

Dalam menggunakan media sosial, remaja cenderung mudah terpengaruh dan belum bisa membatasi aktivitasnya di dunia maya dengan baik dikarenakan emosi remaja yang masih belum stabil. Media sosial memiliki dampak negatif apabila tidak mengunakannya dengan bijak, salah satunya yaitu dapat mengakibatkan kesehatan mental terganggu. Hal ini seperti yang dilaporkan oleh National Institute of Mental  Health (NIMH) pada tahun 2020, mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial dapat  meningkatkan risiko gangguan mental pada remaja usia 18-25 tahun.

Penggunaan media sosial yang dilakukan oleh remaja secara berlebihan dapat  menyebabkan seseorang mengalami ketergantungan terhadap media sosial. Hal ini memicu  kesehatan mental pada remaja terganggu, umumnya mengakibatkan perasaan cemas serta  mengalami depresi. Perasaan cemas dan depresi yang timbul biasanya terjadi setelah melihat  postingan dari seseorang yang membuatnya merasa iri, tidak percaya diri, dan merasakan  ketidakpuasan dengan kehidupan yang dijalaninya. Mereka hanya fokus membandingkan kehidupan dirinya dengan orang lain.

Selain itu, kecemasan bisa juga timbul dari keinginan seseorang untuk menunjukkan kesempurnaan dirinya, sehingga ketika hal tersebut tidak tercapai mereka akan merasakan perasaan cemas yang berlebihan dan merasa dirinya kurang dibanding orang lain. Perasaan cemas dan depresi juga dapat disebabkan oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab menggunakan media sosialnya yaitu dengan melakukan tindakan kejahatan seperti cyber bullying, penipuan, perdagangan manusia serta perdagangan obat-obatan terlarang.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak negatif dari  penggunaan media sosial pada remaja adalah dengan membatasi penggunaan media sosial yaitu maksimal 30 menit sehari. Melalui pembatasan penggunaan media sosial, seseorang akan mencari kegiatan lain yang positif untuk mengisi harinya dengan baik. Seperti kegiatan membaca buku, menulis jurnal, berolahraga, berkumpul dengan anggota keluarga dan kegiatan positif lainnya.

Media sosial memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang, terutama  terhadap kesehatan mental remaja. Jika remaja tidak bisa menggunakan media sosial dengan bijak, maka akan berdampak negatif yang tentunya merugikan. Remaja yang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain media sosial berpotensi mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Jika terjadi dalam jangka waktu panjang dapat berpengaruh juga terhadap kesehatan fisik. Oleh karena itu, dalam menggunakan media sosial diperlukannya  pembatasan waktu dan kebijaksanaan dalam penggunaannya, agar kesehatan mental serta fisik tetap terjaga.

 

Penulis: Azka Halima

Editor: Mulyati Gustina